Connect with us

News

1.790 Jamah Haji Demak Siap Berangkat Tahun ini, Terbanyak se-Jateng

Published

on

DEMAK – Kabupaten Demak menjadi daerah terbanyak di Jawa Tengah untuk calon jamaah haji yang akan berangkat pada tahun ini.

Mengacu pada data dari Kemenag Kabupaten Demak, bahwa ada 1.790 jamaah haji yang akan berangkat tahun ini. Dari total tersebut didominasi oleh lansia dengan umur kisaran 65 tahun ke atas.

Kasi PHU Kemenag Demak, Sujati menyampaikan dengan total tersebut, Kemenag Demak tetap optimistis calon jamaah haji bisa berangkat semua, meski banyak keluhan menyoal  kenaikan biaya haji.

Diketahui bahwa, beberapa waktu lalu Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sempat mengusulkan agar pada tahun 1444H/2023, Biaya Penyelenggaraan Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Haji (Bipih) atau biaya haji dinaikkan.

Kenaikan tersebut sekiranya, Rp 514 ribu dari tahun sebelumnya yakni Rp 81,7 Juta menjadi Rp 98,8 Juta pada tahun ini.

Sementara untuk kenaikan Bipih atau uang yang harus dibayarkan calon jamaah dari semula Rp 39,8 juta pada tahun 2022 kini diusulkan menjadi Rp 69,1 Juta.

“Banyak pesan yang masuk, dengan biaya yang cukup tinggi dikhawatirkan kami ada yang mundur ada cabut dan lain sebagainya. Kami tetap optimis, karena menunggunya lama walau itu kebijakan seperti itu,  kami terima,” kata Sujati, Rabu (25/1/2023).

Dengan kenaikan itu, lanjut dia, pihaknya terus lakukan sosialisasi terkait kebijakan yang baru.

“Kami selalu sosialisasi yang penting bisa bayar, besarnya berapa bisa bayar dan siap,” ungkapnya.

Ia menyampaikan sampai saat ini belum ada calon jamaah yang mengundurkan diri.

“Belum ada yang mundur, kenaikan cukup banyak, tapi diimbangi dengan fasilitas cukup baik,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa untuk peserta haji tahun ini lebih banyak didominasi oleh lansia yang sebelumnya belum bisa berangkat haji lantaran pembatasan kouta.

Hal itupun senada dengan tema yang akan diangkat pada haji kali ini, yaitu ramah lansia.

“Ada 500 calon jamaah haji sampai 600 Jamaah haji yang seharusnya berangkat 2020 kemarin. Tertunda karena kouta 47 persen dan usia yang 65 ke atas tidak boleh, sekarang kami tambahkan tahun ini,” tutupnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com

#Polda Jateng, #Jateng, #Jawa Tengah, #Humas Polri, #Polres Demak, #Kapolres Demak, #Kabupaten Demak, #Demak, #Polres Banjarnegara, #Kapolres Banjarnegara, #Banjarnegara, #Kabupaten Banjarnegara, #Pemkab Banjarnegara, #Polda Jateng, #AKBP Hendri Yulianto, #AKBP Budi Adhy Buono, #Kapolres Sintang, #AKBP Tommy Ferdian

Terpopuler