Connect with us

Nasional

Skill Santri Salafiyah Pemalang Terus Diasah

Published

on

PEMALANG – Peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober lalu diperingati dengan cara yang berbeda oleh santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Salafiyah Kauman Pemalang.  Tidak hanya dengan upacara bendera, namun juga diisi dengan kegiatan yang menambah ilmu pengetahuan dan kreativitas para santri.

Ponpes yang diasuh KH Romadlon Syaban Zuhdi tersebut menggelar kegiatan kesantrian selama empat hari berturut-turut, sejak Minggu hingga Rabu (23-26/10) kemarin. Kegiatan itu dalam rangka mengasah skill para santri di berbagai bidang ilmu.

Di antara kegiatan kesantrian itu yakni metode praktis membca kita dan menulis Arab Pegon oleh KH Mujib, dosen UIN Abdurrahman Wahid Pekalongan, Pelatihan Menulis untuk Santri oleh Muamar Riza Pahlevi, Membaca Al Quran Metode Yanbua oleh KH Maksum, Ketua Yanbua Kabupaten Pemalang dan Pelatihan Jarimatikan oleh Khodijatul Fathiyah, praktisi jarimatikan Kabupaten Pemalang.

Salah satu pengurus Ponpes Salafiyah Ustadz Salman Alfarisi mengatakan, kegiatan kesantrian itu merupakan rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di pondok pesantrennya. Di mana di sela-sela liburan madrasah, para santri tetap mendapatkan ilmu dari para alumni dan senior yang masih peduli terhadap skill para santri.

“Kita berharap skill para santri ini akan terasah, di mana tidak hanya belajar kitab kuning dan pelajaran agama saja, namun juga bidang ilmu lainnya juga diasah,” katanya.

Salah satunya dengan mengundang mantan jurnalis  yang juga alumni Ponpes Salafiyah. Juga para praktisi yang mempunyai keahlian lebih, yang juga alumni pondok pesantren. “Kegiatan kesantrian dengan mengundang para ahlinya itu, tujuannya adalah menambah motivasi para santri, agar mereka tetap bersemangat selama menjadi santri di Salafiyah,” tambahnya.

Apalagi banyak alumni Salafiyah, yang tersebar di berbagai bidang profesi, kata Salman, tidak hanya bidang agama saja seperti kyai dan ustadz. Tapi juga di bidang lainnnya, seperti di bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya. “Alumni Salafiyah banyak yang jadi pengusaha, jadi ekonom, dosen, hingga politisi. Namun jiwa santrinya tetap ada, tetap menyala,” tukasnya.

Muamar Riza Pahlevi, salah satu pengisi materi itu sangat mendukung kegiatan yang digagas para pengasuh Ponpes Salafiyah tersebut. Apalagi momennya bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, yang tidak lepas dari peran kesantrian di masa sekarang.

“Skill para santri ini harus diasah sedemikian rupa, agar mereka nantinya setelah lulus dari pesantren, bisa mengembangkan diri dengan bakat dan kemampuannya masing-masing,” ujar M Riza, yang juga Ketua KPU Kabupaten Brebes.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler