Connect with us

News

Wakil Ketua DPRD Berharap Ada Miniatur Pelabuhan di Demak

Published

on

Demak – Kabupaten Demak, Jawa Tengah sebagai salah wilayah yang memiliki historis perniagaan di Nusantara perlu memiliki miniatur pelabuhan.

Unek-unek itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Demak Fraksi Golkar Nur Wahid, menurutnya wilayah yang berkaitan dengan sejarah era Kesultanan Demak salah satunya di Kecamatan Bonang.

“Mendasarkan sejarah Kerajaan Demak di Kecamatan Bonang, Desa Tridonorejo ada sebuah sungai yang disebut Kali Pelabuhan. Ini adalah bekas salah satu pelabuhan era Kerajaan Demak yang ada di tepi pesisir Kerajaan Demak,” katanya, Sabtu (24/9/2022).

Dalam catatan sejarah, lanjut dia, banyak disebutkan beberapa peristiwa seperti kebesara perdanggangan lewat maritim, peperangan menyerbu Portugis di Malaka oleh Pangeran Sabrang Lor/ Pati Unus dan lain-lain.

Orang yang akrab disapa Cak One itu mengungkapkan, bahwa di dekat Pelabuhan ditemukan artefak batu bata kuno yang menunjukkan adanya suatu pemukiman atau pondok pesantren pimpinan Mbah Hasan Bakem.

“Artefak batu bata kuno, ini menunjukan pernah menjadi perkampungan atau pondok pesantren yg di pimpin Mbah Hasan Bakem,” ujarnya.

Lebih lanjut, berikut petilasan leluhur di Desa Tridonorejo, Kecamatan Bonang menurut Cak One.

1. Sunan Bonang ke-1 atau Syekh Maulana Abdullah Hasan Bakem al-Maghribi. Guru besarSunan Kalijogo dan ketua Dewan Walisongo yang pertama, dari tahun 1466-1476  (tahun 1476 mengundurkan diri karena usia lanjut).

2. Sunan Bonang ke-2 atau Syekh Maulana Muhammad Hasan bin Abdullah Hasan Bakem al-Maghribi (anak ke-2 Sunan Bonang ke-1). Kakak seperguruan Sunan Kalijogo dan menteri pendidikan di era Kerajaan Demak.

3. Sunan Bonang ke-3 atau Syekh Maulana Muhammad Syarif Hasan bin Syekh Abdullah Hasan Bakem al-Maghribi (anak ke-6 Sunan Bonan ke-1).  Adik seperguruan  dari Sunan Kalijogo.

“Baik Sunan Bonang ke-1, ke-2, dan ke-3, lokasi makamnya ada di tengah sawah, masuk wilayah desa Tridonorejo, Bonang, Demak,” jelas Cak One.

Nur Wahid menambahkan, tidak jauh dari KUA Kecamatan Bonang juga terdapat makam anggota Walisongo.

“Dari KUA Bonang ada jalan setapak ke utara sekitar 500 meter.  Kalau Sunan Bonang yg di Tuban Syekh Mahdum Ibrahim bin Ali Rahmatullah adalah Sunan Bonang yg ke-6. Beliau adalah menantu Sunan Kalijogo dari istri pertamanya anak yang nomor tiga,” katanya.

Historis panjang di Kecamatan Bonang yang erat kaitannya dengan Kerajaan Demak tersebut memiliki potensi wisata, sehingga apabila di bangun akan berdampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Sangat tepat ke depan Kabupaten Demak bisa membuat petilasan atau miniatur pelabuhan era Kerajaan Demak di Kecamatan Bonang.  Ini sangat Potensial Sebagai Ico wisata unggulan Demak,” tandas Nur Wahid.

Terpopuler